Headlines News :
Showing posts with label History. Show all posts
Showing posts with label History. Show all posts

"Elang Harpy" Elang Terkuat di Dunia

Written By aNtH Blog on Sunday, September 29, 2013 | 9/29/2013


Elang yang terlihat lucu dan imut ini sering disebut sebagai elang paling kuat di dunia. Tubuhnya dapat mencapai berat 9 kg, panjang badannya 105 cm, dan rentang sayapnya 2 meter. Cakarnya lebih panjang daripada cakar beruang serta memiliki cengkeraman kuat, sehingga dia dapat mematahkan lengan seorang pria atau bahkan menembus tulang kepala.Elang Harpy ditemukan di beberapa wilayah Meksiko bagian selatan, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Mangsa utama Elang Harpy adalah monyet, sloth, burung-burung besar seperti burung macaw, iguana dan kadang kala ular boa.

Harpie menghabiskan waktunya di ketinggian. Ia berburu dengan cara terbang mengelilingi puncak pohon atau dari pohon ke pohon. Kera dan kungkang yang berkembang di dalam hutan tropis merupakan korban utama dari elang ini. Namun, kadang harpie juga menyerang burung besar lainnya, seperti betet ara. Dalam sarang harpie, para ilmuwan juga menemukan sisa-sisa aglouti (pengerat besar) dan mamalia lain yang hidup di tanah. Ini menandakan bahwa sesekali harpie juga turun ke tanah. Saat terbang, kecepatan harpie bisa mencapai 80 km/jam.

Elang Harpy termasuk dalam spesies yang terancam punah.

sumber: Viva Forum

Pesawat "Stealth" Pertama Kali Di Dunia

Dari semua desain pesawat Nazi yang canggih, mungkin inilah desain pesawat yang paling melebihi imajinasi pada jaman dulu. Bahkan National Geography pun sempat membuat ulasannya dengan judul "Hitler's Stealth Fighter". Sahabat anehdidunia.com waktu pertama melihat foto dari pesawat 'berbentuk ajaib' Horten Ho IX beberapa tahun yang lalu. wow.... satu lagi pesawat Luftwaffe yang hanya eksis di atas kertas". Perkiraan yang salah besar! Karena sebenarnyalah pesawat revolusioner di zamannya ini benar-benar telah dibangun dan diterbangkan oleh Jerman di masa perang! Jelas saja, fakta itu sudah cukup membuat pesawat ini menjadi special !

Para sejarawan masih saling berbeda pendapat akan bagaimana sebutan paling cocok dari pesawat ini, Ada yang menamainya Horten IX, Horten Ho IX, Gotha Go 229, Horten Ho-229. Kalau bagi saya pribadi, pemanggilan Horten IX atau Ho IX lebih condong untuk tipe pengembangannya (glider-glider buatan Horten sebelumnya dinamai Horten I, II, III... dan seterusnya). Versi produksi resminya sendiri (yang dibuat oleh pabrik pesawat Gotha) dinamai Go 229, dan bukannya Ho 229.


Dua bersaudara Walter dan Reimar Horten adalah para pionir dalam pembuatan pesawat bersayap tanpa ekor, dan telah membangun secara berturut-turut pesawat-pesawat 'layar' tanpa mesin berbentuk indah dengan performa menakjubkan pada tahun 1936 s/d 1940, yang diikuti oleh sebuah contoh dengan dilengkapi dua mesin pendorong. Pengalaman mereka dalam membuat pesawat bersayap besar yang dapat terbang adalah sesuatu yang ajaib pada masa itu, dan merupakan satu-satunya di dunia.

Pada tahun 1943 Walter Horten menyatakan ketertarikannya untuk membangun sebuah pesawat berkecepatan tinggi yang dibuat dari... kayu! Laporan dari perkembangan DFS 194 (kemudian dinamai Messerschmitt Me 163) yang dikepalai Profesor Lippisch makin meyakinkan Walter bahwa bahkan pesawat dari kayu dapat membawa mesin jet atau roket dan kemudian terbang. Pada tahun 1943 dia mengajukan gagasannya kepada Panglima Luftwaffe Reichsmarschall Hermann Göring, dan tanpa banyak cingcong proyek tersebut disetujui.

Prototipe pertama Horten IX V1 dibangun dengan berdasar pada rancangan, kemudian Bersamaan dengan uji terbang dari V1, sebuah prototipe kedua langsung dikembangkan pula. V2 ditenagai oleh dua buah turbojet. Rancangannya merupakan campuran dari berbagai tipe pesawat terdahulu, Mesin yang digunakan adalah BMW 003 dan bukannya Jumo 004 seperti yang direncanakan semula. Roda depannya yang berukuran besar merupakan contekan dari roda ekor pesawat Heinkel He 177, sedangkan peralatan pendarat utamanya "dipinjam" dari Messerschmitt Bf 109 G, dan dapat membawa dua buah kanon MK108 30mm di pangkal sayapnya.

Penerbangan pertama dilakukan di Oranienburg tanggal 2 Februari 1945. Pilot pengujinya adalah Erwin Ziller. Setelah sukses dalam uji coba yg pertama , kemudian , dilakukan uji coba yg ketigakalinya, saat lepas landas mesin sebelah kiri tersebut mati dan,pesawat kehilangan kecepatannya dan tak bisa dikontrol. Erwin Ziller terbunuh ketika pesawat prototipenya menukik menabrak tanah dan hancur lebur.

Proyek tersebut tetap berlanjut dengan segala energi yang tersisa. Komponen prototipe yang masih ada segera dipindahkan ke Gothaer Wagonfabrik (Gotha) yang berada di Friedrichsrode. Pada bulan Maret 1945 proyek difokuskan kepada prototipe ketiga, yang diberi nama Go 229 V3. V3 berukuran lebih besar dibandingkan dengan kedua pendahulunya, dan bentuknya telah lebih disempurnakan lagi di beberapa tempat, yang dimaksudkan untuk menjadi contoh bagi seri pra-produksi pesawat tempur Go 229 A-0 yang telah dipesan oleh Luftwaffe sebanyak 20 buah. V3 ditenagai oleh mesin Jumo 004C, da.

Karakteristik umum
* Crew: 1 Kru: 1
* Length: 7.47 m (24 ft 6 in) Panjang: 7.47 m (24 ft 6 in)
* Wingspan : 16.76 m (55 ft 0 in) Lebar sayap : 16,76 m (55 ft 0 in)
* Height: 2.81 m (9 ft 2 in) Tinggi: 2,81 m (9 ft 2 in)
* Wing area: 50.20 m² (540.35 ft²) Area sayap: 50,20 m² (540,35 ft ²)
* Empty weight : 4,600 kg (10,141 lb) Berat kosong : 4.600 kg (10.141 £)
* Loaded weight: 6,912 kg (15,238 lb) Loaded Berat: 6.912 kg (15.238 £)
* Max takeoff weight : 8,100 kg (17,857 lb) Berat lepas landas maksimum : 8.100 kg (17.857 £)
* Powerplant : 2 × Junkers Jumo 004 B turbojet , 8.7 kN (1,956 lbf) each Powerplant : 2 × Junkers Jumo 004 B turbojet , 8,7 kN (1956 lbf) masing-masing

Performance Kinerja
* Maximum speed : 977km/h Kecepatan maksimum : 977km / h
* Service ceiling : 16,000 m (52,000 ft) Layanan langit-langit : 16.000 m (52.000 kaki)
* Rate of climb : 22 m/s (4,330 ft/min) Tingkat panjat : 22 m / s (4.330 ft / min)
* Wing loading : 137.7 kg/m² (28.2 lb/ft²) Wing memuat : 137,7 kg / m² (28.2 lb / ft ²)
* Thrust/weight : 0.26 Thrust / berat : 0,26

Armament Persenjataan
* Guns: 4 × 30 mm MK 108 cannon Senjata: 4 × 30 mm meriam MK 108
* Rockets: R4M rockets Rockets: R4M roket
* Bombs: 2 × 500 kg (1,100 lb) bombs Bom: 2 × 500 kg (1.100 lb) bom

Pertanyaannya sekarang adalah jika benar itu adalah pesawat stealth pertama, darimanakah Nazi memperoleh ilmu untuk mengembangkan pesawat yang sedemikian canggih dimasa itu? Apakah benar ada campur tangan mahluk asing?

sumber: Viva Forum

Ilmuwan Ungkap Misteri Mayat-mayat Tersenyum

Written By aNtH Blog on Tuesday, June 26, 2012 | 6/26/2012


A fourth-century B.C. Phoenician mask found in Tunisia displays a grin not unlike those seen on victims of an ancient Phoenician "sardonic grin" potion administered on the island of Sardinia. Scientists in May 2009 said they had finally uncovered the source of the potion's lethal, smile-inducing effects: the hemlock water-dropwort plant. 

Selama ribuan tahun para ilmuwan masih diselimuti misteri soal bagaimana mayat-mayat kuno di Kepulauan Sardinia rata-rata dalam kondisi wajah tersenyum. 

Sebagaimana diberitakan National Geographic, kini setelah 2.800 tahun berlalu, mereka berhasil mengungkap bahwa ada bahan tanaman yang mampu membuat orang bisa tersenyum menjelang ajalnya. Tanaman ini diduga dapat membuat tampilan wajah si mayat seperti tersenyum. Sebelumnya, penulis abad ke-8 SM Homer pernah menyebutkan istilah kata “Senyuman Sardonik” yang diambil dari akar kata “Sardinia” dalam sejumlah tulisannya merujuk pembunuhan ritual di pulau itu yang berakhir dengan wajah tersenyum. 

Menurut studi terkini, orang-orang tua di masa lalu yang diduga sudah tidak bertahan hidup lagi dan mereka yang terlibat dalam kasus kriminal “dicekoki dengan herba sardonik dan lantas dibunuh dengan cara dijatuhkan dari bukit tinggi atau dipukuli hingga mati”. 

Selama berabad-abad identitas herba tersebut masih misteri. Namun, sebuah studi yang dipimpin Giovanni Appendino bersama rekan-rekannya berhasil menguak kandungan herba yang bisa membuat orang-orang yang akan mati itu tersenyum pada sebuah tanaman yang disebut hemlock water-dropwort.
Tanaman berbunga putih seperti batang-batang ini tumbuh di sepanjang kolam dan sungai di beberapa bagian negara Italia. Sekitar satu dekade lalu, seorang penggembala domba Sardinia melakukan aksi bunuh diri dengan mengonsumsi tanaman hemlock water-dropwort sehingga mayatnya ditemukan dalam kondisi tersenyum. 

Kematian ini membuat Mauro Ballero, pakar botani di University of Cagliari di Sardinia untuk meneliti lebih lanjut setiap tanaman dropwort di pulau itu. Penelitiannya dilanjutkan oleh Ballero bersama rekan-rekannya yang meneliti struktur melekul toxin tanaman hemlock water-dropwort dan menentukan dampaknya terhadap tubuh manusia. 

Appendino, pakar organik kimia di Universita degli Studi del Piemonte Orientale di Italia menjelaskan, “Kandungan toxin yang sangat tinggi dan penyebab gejala-gejalanya persis sama dengan yang diuraikan dalam catatan kuno dan peninggalan mayat-mayat tersenyum sardonik.” Dikatakanya, tanaman hemlock water-dropwort diketahui mengandung neurotoxin dan menurut kami tanaman itulah yang dipakai orang-orang dulu.” 

Selain tanaman hemlock water-dropwort, ada juga tanaman lain yaitu hairy buttercup (aka the Sardinian buttercup). Tapi, tanaman ini tidak tumbuh di tempat-tempat lembab sebagaimana yang disebutkan dalam sejumlah teks kuno dan juga tidak mengandung toxin yang kuat, jelas Appendino. Dia menambahkan Sardinia adalah satu-satunya tempat di seluruh Mediterranean yang ditumbuhi tanaman jenis hemlock water-dropwort. 

Menurut seorang kerabat korban yang mati itu, tanaman hemlock water-dropwort sangat berbahaya disebabkan aroma dan rasanya yang sangat manis. “Pada umumnya tanaman beracun itu pahit tapi hemlock water-dropwort memiliki rasa yang manis. Dan ini merupakan kasus kedua tanaman beracun yang dapat merangsang indera kita. Menurut Appendino, tanaman ini sangat berguna untuk kosmetik sebab ia bisa merelaksasi otot dan menghilangkan keriput-keriput di wajah. Temuan mereka ini dipaparkan di Journal of Natural Products.

sumber : kaskus

10 Hewan-Hewan Luar Biasa Yang Sudah Punah

Written By aNtH Blog on Monday, April 30, 2012 | 4/30/2012

1.Tyrannosaurus rex (punah 65 juta tahun yang lalu)


Tyrannosaurus rex adalah salah satu dari karnivora darat terbesar sepanjang masa, mengukur hingga 43,3 kaki panjang, dan 16,6 ft tinggi, dengan perkiraan massa yang berlangsung hingga 7 ton. Seperti tyrannosaurids lain, Tyrannosaurus adalah karnivora berkaki dua dengan tengkorak sangat besar diimbangi dengan panjang, berat ekor. Relatif terhadap besar dan kuat hindlimbs, Tyrannosaurus forelimbs kecil dan mereka mempertahankan hanya dua angka.

Fosil T. rex sudah ditemukan di formasi batu Amerika Utara kencan ke tiga juta tahun terakhir dari Periode Cretaceous di akhir tahap Maastrichtian, kira-kira 68.5 untuk 65.5 juta tahun yang lalu; itu adalah di antara dinosaurus terakhir untuk ada sebelum Cretaceous-Tersier peristiwa kepunahan. Lebih dari 30 T. rex spesimen telah diidentifikasi, beberapa di antaranya adalah kerangka yang hampir lengkap. Beberapa peneliti telah menemukan jaringan lunak juga. Banyaknya bahan fosil telah memungkinkan penelitian yang signifikan ke dalam banyak aspek dari biologi, termasuk sejarah kehidupan dan biomekanik.

2. Quagga [setengah zebra, setengah kuda] (punah sejak 1883)



Salah satu yang paling terkenal Afrika punah hewan, quagga adalah subspesies dari dataran zebra, yang pernah ditemukan dalam jumlah besar di Afrika Selatan's Cape Propinsi dan bagian selatan Orange Free State. Hal ini dibedakan dari zebra lain dengan memiliki tanda hidup yang biasa di bagian depan tubuh saja. Pada pertengahan-bagian, garis-garis pudar dan gelap, garis-garis antar ruang menjadi lebih luas, dan bagian belakangnya adalah cokelat polos. Nama berasal dari kata Khoikhoi adalah forzebra dan onomatopoeic, sedang berkata kepada menyerupai quagga panggilan.

The quagga ini awalnya diklasifikasikan sebagai spesies perseorangan, Equus quagga, pada 1788. Selama lima puluh tahun atau lebih, banyak zebra lain digambarkan oleh naturalis dan penjelajah. Karena adanya variasi dalam pola mantel (tak ada dua zebra yang sama), taksonomis yang tersisa dengan sejumlah besar dijelaskan "spesies", dan tidak ada cara mudah untuk tahu mana yang benar spesies, yang subspesies, dan yang hanya varian alam. Jauh sebelum kebingungan ini disortir keluar, quagga sudah diburu ke kepunahan untuk daging, kulit, dan untuk melestarikan piaraan feed untuk saham. Liar terakhir quagga mungkin ditembak di akhir 1870-an, dan di penangkaran spesimen terakhir meninggal pada 12 Agustus 1883 di kebun binatang Artis Magistra di Amsterdam.

Karena kebingungan besar antara spesies zebra berbeda, khususnya di kalangan masyarakat umum, yang quagga sudah menjadi punah sebelum disadari bahwa muncul untuk menjadi spesies yang terpisah. The quagga adalah makhluk punah pertama untuk mempelajari DNA-nya. Baru-baru ini penelitian genetika di Smithsonian Institution telah menunjukkan bahwa quagga sebenarnya bukan spesies yang terpisah sama sekali, tetapi menyimpang dari variabel yang sangat plainszebra.

3. Thylacine [Macan Tasmania] (punah sejak 1936)



Harimau Tasmania terbesar yang diketahui adalah marsupial karnivora masa modern. Asli Australia dan New Guinea, itu diperkirakan telah punah pada abad ke-20. Hal ini umumnya dikenal sebagai Harimau Tasmania (karena yang bergaris-garis belakang), dan juga dikenal sebagai Serigala Tasmania, dan bahasa sehari-hari Tassie (atau Tazzy) Tiger atau sekadar Tiger. Itu adalah yang terakhir yang masih ada anggota dari genus, Thylacinus, meskipun sejumlah spesies terkait telah ditemukan dalam catatan fosil dating kembali ke awal Miocene.

Harimau Tasmania punah di daratan Australia ribuan tahun sebelum penyelesaian Eropa benua, tetapi bertahan di pulau Tasmania bersama dengan sejumlah spesies endemik lain seperti Setan Tasmania. Akibat perburuan karunia umumnya dipersalahkan untuk kepunahan, tetapi faktor sumbangan lain mungkin telah penyakit, perkenalan anjing, dan gangguan manusia terhadap habitatnya. Walaupun secara resmi digolongkan sebagai punah, penglihatan masih dilaporkan.

4. Steller's Sea Cow (punah sejak 1768)



Sebelumnya ditemukan di dekat pantai Asiatic Bering Sea, ditemukan pada pada 1741 oleh naturalis Georg Steller, yang bepergian dengan explorer Vitus Bering. Sapi laut tumbuh sampai 7,9 meter (25,9 ft) panjang dan beratnya sampai tiga ton, jauh lebih besar daripada Manatee atau dugong. Itu tampak agak seperti anjing laut besar, tapi ada dua forelimbs gemuk dan ikan paus seperti ekor. Menurut Steller, "Binatang tidak pernah keluar di pantai, tetapi selalu tinggal di air. Its kulit hitam dan tebal, seperti kulit pohon ek tua ..., kepalanya sebanding dengan tubuh kecil ... , ia tidak memiliki gigi, tetapi hanya dua putih datar tulang-satu di atas, yang lain di bawah ". Ini benar-benar jinak, menurut Steller. Fosil menunjukkan bahwa Sapi laut Steller sebelumnya menyebar di sepanjang pantai Pasifik Utara, mencapai selatan ke Jepang dan California. Mengingat kecepatan yang penduduk yang terakhir dihilangkan, kemungkinan bahwa kedatangan manusia di daerah adalah penyebab dari kepunahan tempat lain juga. Masih ada laporan sporadis sapi laut-seperti binatang dari wilayah Bering dan Greenland, sehingga telah diusulkan bahwa populasi kecil dari binatang dapat bertahan sampai sekarang. Sejauh ini masih belum terbukti.

5. Irish Deer [rusa terbesar yang pernah hidup di dunia] (punah sekitar 7.700 ahun yang lalu)



Elk orang Irlandia atau Rusa Raksasa, adalah rusa terbesar yang pernah ada. Itu tinggal di Eurasia, dari Irlandia ke sebelah timur Danau Baikal, selama Late Pleistocene dan awal Holocene. Dikenal terbaru spesies yang tersisa dari tanggal karbon telah menjadi sekitar 5.700 SM, atau sekitar 7.700 tahun yang lalu. Rusa Raksasa terkenal untuk ukuran berat (sekitar 2,1 meter atau 7 kaki tinggi di bahu), dan khususnya karena memiliki tanduk terbesar yang diketahui dari cervid (maksimum 3,65 meters/12 kaki dari ujung ke ujung dan beratnya mencapai sampai 90 pon).

Diskusi penyebab kepunahan mereka masih terfokus pada tanduk (bukan pada ukuran tubuh mereka secara keseluruhan), yang mungkin lebih disebabkan dampak mereka pada pengamat daripada milik sebenarnya. Beberapa telah mengusulkan berburu oleh manusia adalah faktor menyumbang di demise Elk ofthe Irlandia sebagai itu dengan banyak prasejarah megafauna, bahkan dengan asumsi bahwa ukuran tanduk besar membatasi pergerakan laki-laki melalui daerah-daerah berhutan atau bahwa itu oleh beberapa sarana lain yang "maladaptation . Tapi bukti-bukti untuk diburu adalah samar-samar, dan sebagai spesies kontinental, itu akan bersama-berkembang dengan manusia sepanjang keberadaannya dan agaknya telah disesuaikan dengan kehadiran mereka.

6. Caspian Tiger (punah 1970)



Harimau Kaspia atau Harimau Persia barat adalah subspesies dari harimau, ditemukan di Iran, Irak, Afghanistan, Turki, Mongolia, Kazakhstan, Kaukasus, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan sampai itu rupanya menjadi punah di tahun 1970-an. Semua harimau diketahui ke dunia, harimau Caspian adalah terbesar ketiga.

Tubuh subspesies ini cukup kekar dan diperpanjang dengan kaki kuat, cakar lebar yang besar dan cakar yang luar biasa besar. Telinga pendek dan kecil, dan memberikan penampilan yang tanpa rambut di ujung. Sekitar pipi harimau Kaspia itu bermurah hati berbulu dan sisa dari bulu panjang dan tebal. The pewarnaan mirip bahwa dari harimau Benggala. Harimau jantan Caspian sangat besar dan berat 169-240 kg. Perempuan tidak lebih besar, dengan berat 85-135 kg. Sesekali masih ada klaim dari harimau Kaspia yang terlihat.

7. Aurochs (punah 1627)



Salah satu yang paling terkenal Eropa punah hewan, aurochs atau Urus (Bos primigenius) adalah jenis yang sangat besar ternak. Aurochs berkembang di India sekitar dua juta tahun yang lalu, bermigrasi ke Timur Tengah dan lebih lanjut ke Asia, dan mencapai Eropa sekitar 250.000 tahun yang lalu.

Pada abad ke-13 Masehi, yang aurochs 'rentang dibatasi ke Polandia, Lithuania, Moldavia, Transylvania dan Prusia Timur. Hak untuk memburu binatang besar di tanah pun dibatasi untuk para bangsawan dan secara bertahap kepada keluarga kerajaan. Sebagai penduduk aurochs menolak, berburu berhenti tetapi yang kerajaan masih dibutuhkan gamekeepers pengadilan untuk menyediakan bidang terbuka untuk aurochs untuk merumput masuk gamekeepers dibebaskan dari pajak lokal sebagai imbalan atas pelayanan mereka dan sebuah dekrit membuat perburuan sebuah aurochs dihukum dengan hukuman mati. Pada tahun 1564, yang gamekeepers tahu hanya 38 hewan, menurut survei kerajaan. Terakhir direkam secara live aurochs, seorang perempuan, meninggal pada tahun 1627 di Hutan JaktorĂłw, Polandia. Tengkorak itu kemudian diambil oleh Pasukan Swedia dan sekarang menjadi milik Livrustkammaren di Stockholm.

Pada 1920-an dua zookeepers Jerman, para saudara Heinz dan Lutz Heck, mencoba untuk berkembang biak yang aurochs kembali menjadi ada (lihat pembiakan kembali) dari ternak dalam negeri yang keturunan mereka. Rencana mereka itu didasarkan pada konsepsi bahwa spesies tidak punah selama semua gennya masih hadir di penduduk hidup. Hasilnya adalah keturunan yang disebut Heck Cattle, 'recreated Aurochs', atau 'Heck Aurochs', yang beruang yang tidak lengkap mirip dengan apa yang diketahui tentang fisiologi liar aurochs.

8. Great Auk (punah sejak 1844)



The Great Auk adalah satu-satunya spesies dalam genus Pinguinus, terbang raksasa auks dari Atlantik, untuk bertahan sampai akhir-akhir ini, tetapi punah hari ini. Itu juga dikenal sebagai garefowl, atau penguin.

Berdiri sekitar 75 sentimeter atau tingginya 30-34 inci dan berat sekitar 5 kg, terbang Great Auk adalah yang terbesar dari auks. Itu putih dan hitam mengilat bulu. Di masa lalu, Great Auk itu ditemukan dalam jumlah yang besar pada pulau-pulau di Kanada timur, Greenland, Islandia, Norwegia, Irlandia dan Britania Raya, tetapi akhirnya diburu ke kepunahan. Tetap ditemukan Floridan middens menyarankan bahwa setidaknya kadang-kadang, burung memberanikan diri jauh ke selatan di musim dingin seperti baru-baru ini seperti pada abad ke-14.

9. Cave Lion [singa terbesar yang pernah ada di dunia] (punah 2.000 tahun yang lalu)



Gua singa, juga dikenal sebagai Eropa atau singa gua Eurasian, adalah subspesies yang telah punah singa diketahui dari fosil dan berbagai seni prasejarah. Subspesies ini adalah salah satu yang terbesar singa. Seorang laki-laki dewasa, yang ditemukan pada tahun 1985 di dekat Siegsdorf (Jerman), memiliki tinggi bahu sekitar 1,2 m dan panjang 2,1 m tanpa ekor, yang tentang ukuran sama sebagai singa modern yang sangat besar. Laki-laki ini bahkan terlampaui oleh spesimen lain subspesies ini. Oleh karena itu kucing ini mungkin sudah sekitar 5-10% lebih besar daripada singa modern. Tampaknya pergi punah sekitar 10.000 tahun yang lalu, selama Wurm glaciation, meskipun ada beberapa indikasi hal itu mungkin karena ada yang baru-baru ini sebagai 2.000 tahun yang lalu, di Balkan.

10.Dodo (punah sejak abad ke-17)



The Dodo (Raphus cucullatus) adalah burung terbang yang hidup di pulau Mauritius. Terkait dengan merpati dan merpati, ini berdiri sekitar satu meter (tiga kaki), tinggal di buah-buahan dan bersarang di tanah. Yang dodo telah punah sejak pertengahan-ke-akhir abad ke 17. Hal ini biasanya digunakan sebagai pola dasar spesies yang telah punah karena pemadaman terjadi selama sejarah manusia tercatat, dan secara langsung diakibatkan aktivitas manusia. Frase kata sifat "mati sebagai dodo" berarti niscaya dan tidak diragukan lagi mati. Frase kata kerja "untuk pergi jalan orang dodo" berarti untuk menjadi punah atau usang, untuk jatuh dari pemakaian umum atau praktek, atau menjadi sesuatu dari masa lalu.

sumber : http://oddee.com/item_88742.aspx [Google Translated]


Rumah Di Tengah Samudera Berusia 103 Tahun

Written By aNtH Blog on Saturday, November 12, 2011 | 11/12/2011

Rumah ini benar-benar luar biasa. Bukan hanya karena usianya yang telah 103 tahun tapi juga karena didirikan di tengah laut. Konon rumah ini telah berdiri sejak 1905, tepatnya di atas bebatuan Rhode Island yang ada di tengah laut. Rumah itu kerap disebut Clingstone.


Rumah ini cukup besar dan tergolong nyaman. Rumah tersebut dibangun oleh JS Lovering Wharton dengan biaya 36.000 dolar , sepupu jauh Henry Wood (79), yang kini menjadi pemiliknya.

Henry Wood membelinya dengan mantan istrinya pada tahun 1961 seharga 3600 dolar AS. Kemudian dia renovasi dan kini menjadi manson yang menarik dan nyaman dan telah didiami selama dua dasawarsa lebih.

Ini memang penemun Wood yang luar biasa.

Bayangkan rumah itu memiliki 23 kamar, dan Wood tetap mempertahankan arsitektur kamar dan settingannya seperti 100 tahun lalu. Setiap tahun, pada hari raya tertentu, Wood dan keluarganya mengundang puluhan teman-temannya untuk berlibur di tempat mereka.

Rumah itu memang sangat besar, karenanya membutuhkan banyak orang untuk bisa membersihkannya. Maklum saja, Wood dan keluarganya tidak setiap hari tinggal di sana. Mereka hanya menggunakan manson itu untuk tempat berlibur. Jadi ketika mereka datang, hal yang pertama harus dilakukan adalah, bekerja keras membuat tempat itu kinclong kembali.

Namun para relawan, teman-teman Wood, tentu saja dengan suka rela membantu membersihkannya. Mereka mengaggap itu kegiatan menarik pengisi liburan. Wood dan keluarga serta teman-temannya hanya datang ke sana ketika musim panas. Biasanya selama sepekan mereka menghabiskan masa libur. Sementara di musim dingin, manson besar itu sunyi dan sepi. Boat mereka tetap aman di simpan di dok terapung dekat James Town Boatyard.


sumber : kaskus

4 Misteri Tentang Komodo yang Berhasil Dikuak oleh para Peneliti

Written By aNtH Blog on Thursday, November 10, 2011 | 11/10/2011

Pulau Komodo menjadi jagoan Indonesia dalam ajang tujuh keajaiban alam baru dunia. Pulau di Nusa Tenggara Timur itu adalah habitat asli Komodo.


Sejarah mencatat, hewan dijuluki 'dinosaurus terakhir di muka bumi'. Keberadaannya baru dikenal luas pada tahun 1910. Kala itu kolonial Belanda mendengar kisah rakyat soal 'buaya yang hidup di darat'. Beberapa tahun kemudian, sebuah makalah ilmiah terbit, mengidentifikasi Komodo sebagai kadal monitor. Nama latin Varanus komodoensis pun disematkan padanya. Mulai 1915, Pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk melindungi hewan langka itu.

Tak hanya unik, biawak Komodo ini telah lama menjadi obyek penelitian banyak ilmuwan. Satu persatu para ilmuwan menguak misteri Komodo. Berikut hasil penelitian ilmuwan tentang Komodo:

1. Asal usul Komodo
Meski habitat aslinya di NTT, penelitian ahli pada tahun 2009 menyimpulkan, Komodo ternyata bukan hewan asli Indonesia. Ahli palaeontologi dan arkeologi dari Australia, Malaysia, dan Indonesia membuktikan tulang Komodo sama dengan tiga fosil hewan yang ditemukan di Queensland. Itu memperkuat teori bahwa Australia adalah tempat evolusi Komodo.

Fosil yang ditemukan di Queensland menunjukan bahwa Komodo berasal dari Australia empat juta tahun yang lalu dan bertahan kira-kira hingga 300.000 tahun lalu. Para peneliti juga menemukan bahwa Komodo menyebar ke sejumlah wilayah, kemudian sampai di Pulau Flores sekitar 900.000 tahun lalu -- rumah terbaik bagi hewan itu.

Sementara di tempat asalnya, Australia, Komodo punah 50.000 tahun lalu -- bertepatan dengan saat manusia tiba di Australia. Komodo juga menghilang dan punah di beberapa pulau lain di Indonesia, kecuali Flores.

2. Bisa melahirkan dalam kondisi perawan
Perempuan mungkin bisa hidup tanpa laki-laki, ini setidaknya berlaku untuk Komodo. Biawak raksasa betina bisa menghasilkan bayi tanpa pembuahan jantan. Flora, Komodo yang tinggal di Chester Zoo, London menjadi buktinya. Pada 2006 lalu, ia melahirkan delapan telur Komodo. Melalui proses partenogenesis - reproduksi aseksual tanpa pembuahan, dalam keadaan perawan.

Kejadian di kebun binatang London itu adalah kali pertamanya partenogenesis pada Komodo yang tercatat terjadi di dunia. Ilmuwan menguak reproduksi Komodo bisa dilakukan dengan dua cara: seksual atau aseksual, tergantung pada kondisi lingkungan mereka. Di kebun binatang, biasanya Komodo betina ditempatkan terlisah dari yang lain.

3. Misteri gigitan mematikan Komodo
Meski berbadan besar - bisa mencapai 3 meter, gigitan Komodo termasuk lembek. Namun, entah bagaimana, kadal raksasa itu bisa memangsa hewan besar, seperti kerbau misalnya.

Apa rahasia gigitan Komodo?
Ahli biologi dari University of New South Wales, Australia menemukan, dalam mulut Komodo terdapat beberapa lusin gigi setajam silet.

Gigi runcing itu dikombinasikan dengan otot kuat di lehernya yang gemuk. "Kombinasi teknik makan cerdas dan tajamnya gigi, memungkinkan gigitannya bisa berakibat mematikan," kata ahli biologi, Stephen Wroe.

Untuk menguak misteri gigitan Komodo, para ahli membangun sebuah model kepala dan tenggorokan hewan itu dengan perangkat lunak. Rahang Komodo boleh saja lemah, tapi 100 juta tahun evolusi telah memberinya senjata yang ampuh.

"Komodo punya teknik makan yang unik, terus menerus menarik makanannya." Ia menangkap mangsanya dan menghujamkan 60 gigi tajam. Menutupi kekurangan gigitan yang lemah, otot tenggorokannya yang kuat akan menarik mangsa masuk ke perut." Komodo akan menelan utuh-utuh mangsanya dan memuntahkan sisa-sisa yang tak dapat ia cerna: rambut dan sebagian tulang.

4. Di balik air liur Komodo yang mematikan
Selain keunikan teknik makannya, Komodo juga memiliki senjata lain untuk melumpuhkan mangsanya: air liur. Meski seekor hewan bisa lolos dari serangan Komodo, ia segera melemah dan akhirnya mati. Untuk jangka waktu yang lama, peneliti menduga, bakteri di air liur hewan itu bertanggung jawab menimbulkan luka infeksi yang parah pada korbannya. Bakteri itu meracuni darah korban.

Namun, dugaan itu terbantahkan pada tahun 2005 lalu. "Adanya bakteri dalam air liur Komodo atelah menjadi dongeng ilmiah," kata Bryan Fry, peneliti racun di University of Melbourne, Australia. Fry dan timnya mempelajari susunan biokimia dalam air liur Komodo. Mereka menemukan, racun tersebut bisa dengan cepat menurunkan tekanan darah, mempercepat hilangnya darah, dan membuat korban menjadi syok -- hingga tak berdaya melawan.

Para ilmuwan menemukan, apa yang terkandung dalam liur Komodo serupa dengan racun yang dimiliki ular paling berbisa yang hidup di pedalaman Taipan, Australia. Sementara para rekannya takjub dengan penemuan ini, Fry mengaku tak heran. Sebab, penelitian yang pernah ia lakukan sebelumnya menemukan, sejumlah spesies kadal -- seperti Iguana, kadal tak berkaki, dan kadal monitor juga memiliki bisa.

sumber : kaskus

Kekuatan Militer Indonesia Saat Pembebasan Irian Barat

Written By aNtH Blog on Tuesday, November 8, 2011 | 11/08/2011

1960-an, Era Presiden Sukarno, kekuatan militer Indonesia adalah salahsatu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet. 1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.

Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:

1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.

Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.

Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).


Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :




1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15.
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.


Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu,pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.

Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.

Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.

Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.


Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.

Ini semua membuat Indonesia menjadi salasahtu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.

Indonesia mulai mencari bantuan senjata dari luar negeri menjelang terjadinya konflik antara Indonesia dan Belanda. Indonesia mencoba meminta bantuan dari Amerika Serikat, namun gagal. Akhirnya, pada bulan Desember 1960, Jendral A. H. Nasution pergi ke Moskwa, Uni Soviet, dan akhirnya berhasil mengadakan perjanjian jual-beli senjata dengan pemerintah Uni Soviet senilai 2,5 miliar dollar Amerika dengan persyaratan pembayaran jangka panjang.

Setelah pembelian ini, TNI mengklaim bahwa Indonesia memiliki angkatan udara terkuat di belahan bumi selatan. [1] Amerika Serikat tidak mendukung penyerahan Papua bagian barat ke Indonesia karena Bureau of European Affairs di Washington, DC menganggap hal ini akan "menggantikan penjajahan oleh kulit putih dengan penjajahan oleh kulit coklat". Tapi pada bulan April 1961, Robert Komer dan McGeorge Bundy mulai mempersiapkan rencana agar PBB memberi kesan bahwa penyerahan kepada Indonesia terjadi secara legal. Walaupun ragu, presiden John F. Kennedy akhirnya mendukung hal ini karena iklim Perang Dingin saat itu dan kekhawatiran bahwa Indonesia akan meminta pertolongan pihak komunis Soviet bila tidak mendapat dukungan AS.

Indonesia membeli berbagai macam peralatan militer, antara lain 41 Helikopter MI-4 (angkutan ringan), 9 Helikopter MI-6 (angkutan berat), 30 pesawat jet MiG-15, 49 pesawat buru sergap MiG-17, 10 pesawat buru sergap MiG-19, 20 pesawat pemburu supersonik MiG-21, 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan korvet, dan 1 buah Kapal penjelajah kelas Sverdlov (yang diberi nama sesuai dengan wilayah target operasi, yaitu KRI Irian). Dari jenis pesawat pengebom, terdapat sejumlah 22 pesawat pembom ringan Ilyushin Il-28, 14 pesawat pembom jarak jauh TU-16, dan 12 pesawat TU-16 versi maritim yang dilengkapi dengan persenjataan peluru kendali anti kapal (rudal) air to surface jenis AS-1 Kennel. Sementara dari jenis pesawat angkut terdapat 26 pesawat angkut ringan jenis IL-14 dan AQvia-14, 6 pesawat angkut berat jenis Antonov An-12B buatan Uni Soviet dan 10 pesawat angkut berat jenis C-130 Hercules buatan Amerika Serikat

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Operasi_Trikora, http://en.wikipedia.org/wiki/Sverdlov_class_cruiser, kaskus

Jam Modern Tertua Ditemukan di Australia

Written By aNtH Blog on Friday, November 4, 2011 | 11/04/2011

Sebuah instrumen penunjuk waktu ditemukan di antara tumpukan pipa, yang tersimpan di dalam suatu gudang di sebuah pertanian di Queensland, Australia. Bisa dikatakan ini merupakan jam pertama yang membagi satu hari menjadi 24 jam.

Selama 20 tahun, benda sejarah bernilai tinggi ini tergeletak begitu saja, tanpa ada yang menyadari. Pada tahun '70-an, sebenarnya pemiliknya, Christopher Becker, yang saat itu masih anak-anak, menemukan 'jam' itu dalam sebuah tas penyimpanan pipa. Becker kemudian mendesak ayahnya untuk membawa 'jam' itu ke sebuah museum di Queensland.
Saat itu, benda itu diidentifikasi sebagai astrolabe. Tapi, waktu itu museum belum mengetahui nilai historis yang dimiliki astrolabe tersebut.

Becker lalu menyimpan benda itu, hingga tahun lalu. Saat membaca sebuah artikel mengenai tiga benda kuadran waktu yang dimiliki Raja, Becker kembali teringat benda yang pernah ditemukannya 20 tahun lalu itu.

Ternyata benda itu adalah salah satu kuadran waktu yang memiliki segel pribadi Raja Richard II. Becker pun menghubungi British Museum. Oleh British Museum, benda itu diidentifikasi sebagai instrumen penunjuk waktu tertua kedua, yang pernah dimiliki Inggris. Adapun yang pertama merupakan Chaucer Astrolabe, yang tersimpan di British Museum.

Dengan sengkalan (angka yang menunjukkan tahun) berasal dari tahun 1396, kuadran waktu itu memiliki nilai tinggi saat akan dijual oleh rumah lelang Bonhams, bulan depan. Nilai kuadran waktu ini diperkirakan mencapai 150 hingga 200 Ribu Poundsterling, atau sekitar Rp 2,1 hingga 2,85 milyar.

"Saya percaya benda sepenting ini layak untuk mendapatkan perlakuan lebih baik, ketimbang hanya berada di meja saya, dan menjadi pengingat apa yang menjadi hasrat saya untuk mengkoleksi benda antik," ucap Becker.
Benda ini memang bernilai penting dalam pembabakan sejarah manusia mengenal waktu. Di benda ini, waktu dalam satu hari terbagi dalam 24 jam, yang memang mulai berkembang pada abad ke-14.

Salah satu contoh penggunaan waktu ini adalah saat Richard II melepaskan tahtanya pada 30 September 1399, yang digambarkan terjadi saat jam berdentang sembilan kali.

Dalam benda yang dimiliki Becker, terdapat gambar rusa jantan dengan lambang kerajaan di lehernya. Ini merupakan simbol yang diasosiasikan dengan Richard II.

Lalu bagaimana cara kuadran waktu ini bisa berpindah hingga jauh ke Australia? Ini dipercaya karena pewarisnya pada tahun 1800 meninggalkan Inggris Utara dan berimigrasi ke New Zealand dan Australia.

sumber :  vivanews


10 Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia

Written By aNtH Blog on Monday, October 31, 2011 | 10/31/2011

Sejarah Statiun Kereta dari jaman Belanda dan Jepang terdapat di Indonesia (The Beautiful Country )

10. Stasiun Ijo (1880)
Stasiun Ijo (IJ) adalah stasiun kereta api yang terletak di sebelah barat Stasiun Gombong. Secara administratif, stasiun ini berada di Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Selain sebagai stasiun persilangan, fungsi lainnya adalah sebagai pengontrol terowongan jalur rel (disebut Terowongan Ijo) yang berada di sisi timur stasiun ini. Pengelolaan stasiun yang terletak pada ketinggian +25 m dpl ini berada di bawah Daerah Operasi 5 Purwokerto. Stasiun yang dibangun pada pertengahan tahun 1880-an ini jarang disinggahi oleh kereta api. Stasiun berperon sisi ini memiliki tiga jalur rel.

9. Stasiun Malang Kotalama (1879)
Stasiun Malang Kotalama (MLK) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kecamatan Sukun, Malang. Stasiun yang berada pada ketinggian +429 m dpl ini berada di Daerah Operasi 8 Surabaya. Stasiun ini merupakan stasiun KA paling selatan yang berada di Kota Malang, dan tertua, dibangun pada tahun 1879. Penambahan nama "Kotalama" dimaksudkan untuk membedakan dengan Stasiun Malang Kotabaru yang dibangun belakangan. Dari Stasiun Malang Kotalama terdapat percabangan rel yang menuju ke Dipo Pertamina.

8. Stasiun Surabaya Kota (1878)
Stasiun Surabaya Kota (SB) yang populer dengan nama Stasiun Semut terletak di Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya. Letaknya sebelah utara Stasiun Surabaya Gubeng dan juga merupakan stasiun tujuan terakhir di kota Surabaya dari jalur kereta api selatan pulau Jawa yang menghubungkan Surabaya dengan Yogyakarta dan Bandung serta Jakarta. Stasiun lain yang juga penting di Surabaya adalah Stasiun Pasar Turi yang menghubungkan Surabaya dengan Semarang. Baru dalam masa kemerdekaan, Jawatan Kereta Api mengadakan layanan kereta api antara Jakarta dan Surabaya Pasar Turi melalui Semarang.
Berdasarkan sejarahnya, Stasiun Surabaya Kota dibangun ketika jalur kereta api Surabaya-Malang dan Pasuruan mulai dirintis sekitar tahun 1870. Tujuannya untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari daerah pedalaman Jatim, khususnya dari Malang, ke Pelabuhan Tanjung Perak yang juga mulai dibangun sekitar tahun itu. Gedung ini diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878. Dengan meningkatnya penggunaan kereta api, pada tanggal 11 Nopember 1911, bangunan stasiun ini mengalami perluasan hingga ke bentuknya yang sekarang ini.

7. Stasiun Purwosari (1875)
Stasiun Purwosari (PWS) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Jl. Slamet Riyadi No. 502, Purwosari, Lawiyan, Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +98 m dpl ini berada di Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Stasiun Purwosari dibangun pada tahun 1875, dan merupakan stasiun tertua di Surakarta. Pembangunannya ditangani oleh NISM. Stasiun Purwosari berada di wilayah Mangkunegaran.

6. Stasiun Solo Balapan (1873)
Stasiun Solo Balapan (kode: SLO, +93m) adalah stasiun induk di Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Surakarta yang menghubungkan Kota Bandung, Jakarta, Surabaya, serta Semarang. Stasiun ini didirikan oleh jaringan kereta api masa kolonial NIS pada abad ke-19 (tepatnya 1873)

5. Stasiun Kedungjati (1873)
Stasiun Kedungjati (KEJ) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kedungjati, Kedungjati, Grobogan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +36 m dpl ini berada di Daerah Operasi 4 Semarang. Stasiun Kedungjati diresmikan pada bulan 21 Mei 1873. Arsitektur stasiun ini serupa dengan Stasiun Willem I di Ambarawa, bahkan dulu beroperasi jalur KA dari Kedungjati ke Ambarawa, yang sudah tidak beroperasi pada tahun 1976. Pada tahun 1907, Stasiun Kedungjati yang tadinya dibangun dari kayu diubah ke bata berplester dengan peron berkonstruksi baja dengan atap dari seng setinggi 14,65 cm.

4. Stasiun Ambarawa (1873)
Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.

3. Stasiun Lempuyangan (1872)
Stasiun Lempuyangan (kode: LPN, +114 m dpl) adalah stasiun kereta api yang terletak di Kota Yogyakarta, berjarak sekitar 1 km di sebelah timur dari stasiun utama di kota ini, yaitu Stasiun Yogyakarta. Stasiun yang didirikan pada tanggal 2 Maret 1872 ini melayani pemberhentian semua KA ekonomi yang melintasi Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan beserta dengan rel yang membujur dari barat ke timur merupakan perbatasan antara Kecamatan Gondokusuman di utara dan Danurejan di selatan

2. Stasiun Semarang Tawang (1868)
Stasiun Semarang Tawang (kode SMT) adalah stasiun induk di Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang yang melayani kereta api eksekutif dan bisnis. Kereta api ekonomi tidak singgah di stasiun ini. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api besar tertua di Indonesia setelah Semarang Gudang dan diresmikan pada tanggal 19 Juli 1868 untuk jalur Semarang Tawang ke Tanggung. Jalur ini menggunakan lebar 1435 mm. Pada tahun 1873 jalur ini diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan melanjut hingga Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta.

1. Stasiun Semarang Gudang / Tambaksari (1864)
Stasiun ini dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele. Untuk pengoperasian rute ini, pemerintah Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), salah satu markas NIS yang sekarang dikenal sebagai Gedung Lawang Sewu. Dan tepatnya pada 10 Agustus 1867 sebuah kereta meluncur untuk pertama kalinya di stasiun ini.

sumber : kaskus


10 Negara Penerima Nobel Terbanyak di Dunia

Written By aNtH Blog on Tuesday, October 25, 2011 | 10/25/2011

Dari tahun 1901 hingga tahun 2010, sudah ada sekitar 543 penghargaan nobel yang diberikan kepada para tokoh yang berjasa pada masing-masing bidang. Para tokoh-tokoh yang memperolah hadiah nobel tersebut berasal dari seluruh negara di dunia.

Berikut adalah daftar 10 negara yang menerima penghargaan nobel terbanyak di dunia yang dihitung dari jumlah nobel yang didapatkan :


1. United States (326)

2. United Kingdom (115)


3. Germany (103)


4. France (57)

5. Sweden (28)


6. Switzerland (26)


7. Russia (25)


8. Austria (21)


9,10 Italy/Canada (20)


sumber : nobelprize.org, wikipedia.com, Listphobia.com

Powered by Blogger.

Popular Posts

 
Support : Haxclon Development
Copyright © 2008-2014. aNtH Blog - All Rights Reserved
Template Modify by aNtH Blog
Proudly powered by Blogger